Tayang di MSI Bedah Laporan Keuangan

ADRO punya ladang cuan baru yaitu Aluminium

Video motion vertikal 9:16 berdurasi 3 menit yang membedah laporan keuangan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) untuk periode Januari–September 2026. Tujuannya menjelaskan ke investor awam kenapa laba ADRO naik 71% menjadi Rp9,2 triliun (sekitar Rp33,8 miliar per hari), sekaligus menunjukkan sisi risikonya secara berimbang. Isi video: • Ladang cuan baru: smelter aluminium di Kalimantan Utara mulai berjualan. Pendapatannya naik dari nol menjadi Rp9,3 triliun (27% pendapatan ADRO), dan bisnis yang tahun lalu rugi ini kini untung Rp1,7 triliun. • Batu bara: kenaikannya bukan karena kuota RKAB, karena produksi justru dibatasi pemerintah. Pendorongnya adalah harga jual batu bara kokas yang naik 21%. Laba tambang naik dari Rp3,8 triliun menjadi Rp4,7 triliun. • Persediaan: naik 4 kali lipat menjadi Rp9,1 triliun, berisi stok aluminium dan batu bara yang tertahan, sementara arus kas operasi masih datar. • Estimasi kasar laba kuartal 4: Rp3–4 triliun, sehingga laba setahun sekitar Rp12–13 triliun. • Utang: naik 2,2 kali menjadi Rp32,6 triliun untuk membangun smelter dan menyewa pembangkit listriknya. Dari kas bersih Rp4 triliun, ADRO kini punya utang bersih Rp11,8 triliun, tapi rasio utang terhadap modal masih sekitar sepertiga. • Risiko: aturan ekspor batu bara wajib lewat BUMN mulai 2027, kuota produksi masih dibatasi, pelanggan utama masih satu grup, dan harga saham sudah turun 15% dari puncak Agustus (grafik dari web MSI). Dibuat dengan grafik motion, caption per kata, voiceover, dan chart saham asli dari web membahassahamindonesia.com. Semua angka diambil dari laporan keuangan interim ADRO 30 September 2026 (tidak diaudit) dan dikonversi dengan kurs Rp17.857/US$.

FormatVideo Motion
Durasi3:01
Tayang diIG Reels +Tiktok
KlienADRO
Karya lainnya

Masih ada yang lain.